Part 1 "Hujan rinduku"
(photo by google) “Selamat Ny. Nola putri anda cantik sekali...” Dokter itu melektakkan seorang bayi manusia dipelukkan Nola. Semua mata tertuju padanya. Cantiknya. Sungguh nikmat tuhan mana yang kau dustakan. Nola bersyukur bayi itu bisa lahir dari rahimnya. Tak ada cacat atau lecet sedikit pun. Kulitnya merah padam. Rambutnya sedikit pirang. Mulus sekali. Sungguh menggemaskan putri kecil Nola itu. Sesedikit bayi mungil itu merengek, iya meronta-ronta. Lidahnya ia julurkan sedikit-sedikit. Tubuhnya menggeliat-geliat. Sepertinya bayi itu ingin sesuatu. Tentu saja pasti ia lapar. Alangkah bodohnya jika Nola tak mengerti maksud dari rengekan kecil itu. “sayang. Aku sudah punya nama yang cantik untuk si pirang kita ini. Aku yakin kamu pasti suka.” Ujar Nola pada Mike. Matanya tak beralih. Hanya fokus pada bayinya yang tengah menyusu. Ia mengelus-elus lembut kepalanya. Menciuminya. Memeluknya. Seperti takut sekali ada orang yang akan menyentuh putri bungsunya itu. ...