Part 1 "Hujan rinduku"
![]() |
| (photo by google) |
“Selamat Ny. Nola putri anda cantik sekali...”
Dokter itu melektakkan seorang bayi manusia dipelukkan
Nola. Semua mata tertuju padanya. Cantiknya. Sungguh nikmat tuhan mana yang kau
dustakan. Nola bersyukur bayi itu bisa lahir dari rahimnya. Tak ada cacat atau
lecet sedikit pun. Kulitnya merah padam. Rambutnya sedikit pirang. Mulus
sekali. Sungguh menggemaskan putri kecil Nola itu.
Sesedikit bayi mungil itu merengek, iya meronta-ronta.
Lidahnya ia julurkan sedikit-sedikit. Tubuhnya menggeliat-geliat. Sepertinya
bayi itu ingin sesuatu. Tentu saja pasti ia lapar. Alangkah bodohnya jika Nola
tak mengerti maksud dari rengekan kecil itu.
“sayang. Aku sudah punya nama yang cantik untuk si pirang
kita ini. Aku yakin kamu pasti suka.” Ujar Nola pada Mike. Matanya tak beralih.
Hanya fokus pada bayinya yang tengah menyusu. Ia mengelus-elus lembut
kepalanya. Menciuminya. Memeluknya. Seperti takut sekali ada orang yang akan
menyentuh putri bungsunya itu.
Mike pun juga tidak bisa beralih pandangan. Sungguh putri
kecilnya itu menyita semua perhatiannya. Ia tersenyum melihat Nola
memperlakukan putrinya dengan lembut. Sungguh beruntung ia dikaruniai putri
secantik itu. Serasa tak ada yang kurang, keluarganya juga kini sudah lengkap.
Tiga karunia Tuhan yang sungguh harus ia jaga. Pertama Nola istrinya, kedua
Jason putranya, dan kini putrinya. Bahkan ia rela bertukar nyawa demi
melindungi kebahagiaan keluarganya.
~ᴥ~
“Ecy, kamu jangan lari terus sayang. Nanti kamu jatuh.
Sini sayang dekat mamah saja.” Pinta Nola. Sungguh ia kewalahan mengurus Ecy.
Ia tak menyangka putri kecil yang berwajah tenang seperti itu, bisa berkelakuan
sebaliknya. Berlari kesana. Berlari kesini. Hilang disana. Muncul disini.
Benar-benar butuh tenaga gajah untuk membuat Terecya Lousi diam di tempat.
Pernah sekali, karena ia tak sabar dengan tingkah Ecy. Akhirnya ia mengikat Ecy
di tiang penyangga rumah.
Ketika itu Ecy benar-benar kapok. Berjanji tidak akan
mengulangi. Ecy hanya menagis berdiri di tempat. Meronta-ronta. Menggigit-gigit
tali yang mengikat tangannya. Memohon-mohon. Sungguh sedih melihat pipi merona
ecy basah air mata. Bodohnya penyesalan Nola tiba belakangan. Ketika tiba-tiba
tubuh Ecy jatuh pingsan. Tubuhnya demam tinggi. Ecy tak sadarkan diri selama
seminggu. Membuat Nola menyesali perbuatan konyolnya. Ibu macam apa ia. Hanya
karena putri kecil berusia 2 tahun yang hiperactive.
Ia sampai tega mengikat putrinya seperti itu.
Hanya menangis dang mengucapkan penyesalan pada ecy yang
dapat ia lakukan. Mike sudah habis akal harus berbuat apa. Ia hanya bisa
menenangkan isakan Nola. Sementara Jason ikut menangis di samping tubuh ecy. Ia
memanggil-manggil nama Ecy berulang kali. Mengecupnya. Dan mengucapkan
janji-janji seorang kakak pada adik kecilnya.
Tangan Jason terus menggenggam tangan Ecy. Ia seperti
merasakan suatu yang lain. Suhu tubuh Ecy serasa turun. Hangat. Semakin hangat.
Jason paham akan itu. Walau usianya baru 7 tahun, tapi ia mengerti apa yang ia
rasakan saat ini.
Ia merasakan suatu gerakan-gerakan kecil. Ia semakin
paham akan itu. Ia melirik ke arah Ecy. Lalu tersenyum. Kemudian memeluk Ecy
erat sekali. Semua mata tertuju pada kelakuan Jason. Mereka semua tersentak
kaget. Sedangkan Ecy malah tertawa kegirangan. Terasa geli. Geli sekali yang
Ecy rasakan, ketika kakaknya memeluknya seperti itu. Lagi-lagi semua tersentak
kaget. Bagaimana bisa seorang anak yang baru tersadar selama seminggu, tiba-tiba
bangun dengan tertawanya yang lepas seperti itu. Sungguh ini keajaiban Tuhan
yang tiada tara.
~ᴥ~
Mengingat kejadian setahun lalu membuat hati Nola kembali
teriris. Walaupun kelakuan mereka sungguh diluar dugaan. Nola berjanji dia
tidak akan berkelakuan bodoh seperti itu lagi. Ia berjanji untuk selalu
melindungi anak-anaknya. Menjaganya. Mangasuhnya. Memberikan kasih sayang
sepenuhnya pada mereka. Karena ia ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya
“sini sayang. Sama papah sini. Ya ampun kamu apain mamah
kamu? Sampai melamun gitu...” ujar Mike, sambil seraya menggendong Ecy. “...my
pretty papah harus jadi anak yang penurut. Ga bikin papah mamah marah yah. Kan Ecy
udah janji sama papah waktu itu. Mana coba kelingkingnya kita janji lagi yuk...”
Ecy kembali tertawa kegirangan. Hanya karena janji
kelingking. Mengingat itu baru ia pelajari seminggu yang lalu. Membuat ia ingin
melakukan lagi dan lagi.
Ia pun turun dari gendongan Mike. Berlari-lari kecil
menghampiri Nola. Berusaha menggapai kelingking Nola. Sambil tersenyum,ia
membuat nola menurunkan tubuhnya agar Ecy mudah melakukan janji kelingking
dengannya. Disusul Jason. Ia tak mau kalah. Ia berlari menghampiri Nola. Dan
kemudian ikut berjanji kelingking. Kemudian memeluk Nola. Ecy dan Jason pun
tertawa lagi. Sederhana sekali hal-hal yang dapat membuat mereka bahagia.
Kesederhanaan yang harus ia jaga selamanya.

Komentar