sinopsis "Hujan rinduku"






(photo by google)

Orang bilang muda itu bebas, bagai burung yang bisa terbang kemana saja. Orang bilang muda itu penuh fantasi, yang masih jauh akan realita yang di hadapi. Orang bilang muda itu ambisi, hanya tahu akhir bahagia sesuai ekspetasi. Mereka pikir muda itu adalah masa yang takkan terlupakan, hidup menyenangkan, bahagia, dan mendapat kasih sayang. Aku berbeda. Ku katakan sekali lagi. Aku berbeda. Dan bahwa aku sangat berbeda.
Langit pun menangis, berteriak meronta-ronta seperti kesakitan. Aku memang bodoh terlahir seperti orang mati yang hidup kembali. Rambutku basah, tubuhku bahkan basah juga. Aku tidak perduli dengan apa yang akan terjadi setelah ini. Yang jelas aku rindu hujan. Dewi Bulan izinkan aku menjadi salah satu dari ribuan, ah tidak jutaan, bahkan milyaran, triliyunan air langit itu. Aku rindu. Rindu. sangat rindu. aku ingin kesana, menemuinya untuk memeluknya. Aku rindu waktu itu. Waktu dimana aku bisa merasakan tetesan air langit yang begitu menghangatkanku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pengen bikin novel? nah kesini dong

Prolog "Hujan rinduku"